Thursday, 26 September 2019

Struktur dan fungsi batang

Pengertian Batang

Batang berasal dari bahasa latin yaitu caulis yang merupakan salah satu organ dasar pada tumbuhan berpembuluh. Batang adalah sumbu tumbuhan, tempat semua organ lain bertumpu dan tumbuh.
Batang adalah bagian utama dari suatu tumbuhan yang tumbuh diatas tanah, mendukung bagian-bagian lain dari tumbuhan, seperti daun, bunga, dan buah. Struktur batang lebih kompleks daripada akar tumbuhan karena memiliki ruas dan antar ruas. Di ruas batang akan muncul bunga dan tunas daun. Pada batang terdapat cabang-cabang yang fungsinya untuk menempatkan daun pada posisi yang memungkinkan daun mendapat cahaya matahari guna proses fotosintesis tumbuhan. Tanpa batang tumbuhan yang berpembuluh tidak bisa hidup karena titik tumbuh berasal dari batang.

Fungsi Batang

Pada tumbuhan fungsi batang adalah sebagai berikut:
  1. Sebagai penopang tumbuhan sehingga tetap dapat berdiri tegak.
  2. Pendukung bagian-bagian lain pada tumbuhan seperti daun, bunga dan juga buah, karena jika tidak ada batang bagian ini tidak bisa hidup.
  3. Menjadi jalur transportasi air dan zat makanan yang dihasilkan dari proses fofosintesis.
  4. Sebagai pembantu proses pernasapan tumuhan, karena oksigen dapat masuk ke lentisel.
  5. Tempat melekatnya daun, bungan dan buah.
  6. Sebagai alat perkembangbiakan dengan cara vegetatif dengan metode cangkok.
  7. Sebagai tempat penyimpan cadangan makanan pada tumbuhan contohnya seperti sagu

Sifat-Sifat Batang

Batang memiliki beberapa sifat diantaranya:
  1. Pertumbuhan batang pada umumnya tidak terbatas
  2. Batang memiliki sifat arah pertumbuhan keatas dan menuju cahaya atau bersifat fototropi.
  3. Pada tumbuhan berbiji terbuka (Gymnorspermae) hanya terdiri atas tumbuhan berkayu
  4. Pada tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae) terdiri atas tumbuhan berbatang basah, batang rumput, batang mendong dan batang berkayu.
  5. Batang memiliki ruas-ruas yang jelas jika pada tumbuhan monokotil.
  6. Batang memiliki ruas yang tidak terlihat dengan jelas pada tumbuhan dikotil.
  7. Beberapa jenis batang dapat dibedakan dengan bagian lainnya contohnya adalah batang pohon kelapa sedangkan ada pula batang yang tertutup pelepah daunnya contohnya tanaman jagung.

Jenis-Jenis Batang

Jenis atau macam-macam batang adlah sebagai berikut:
  • Herbaceus atau batang basah adalah suatu batang tumbuhan yang lemah dan juga berair. Contohnya adalah tumbuhan bayam dan tumbuhan krokot.
  • Calmus atau batang rumput adalah batang yang tidak keras dan juga tampak beruas-ruas. Pada umumnya bagian dalam suatu batang berongga, contohnya adalah padi.
  • Calamus atau batang mendong adalah suatu batang yang mirip seperti rumput, tetapi ruasnya lebih panjang. Contohnya adalah batang pada tumbuhan mendong dan wlingi.
  • Lignosus atau batang berkayu adalah jenis batang yang berkayu keras dan juga kuat, baik berbentuk pohon atau semak. Batang berkayu berbentuk pohon contohnya adalah tumbuhan jati.
Pengertian Batang, Fungsi, Sifat, Jenis Dan Struktur Batang Terlengkap

Struktur Batang

Jika berdasarkan anatomi batang, struktur batang ada tiga jaringan. Yaitu epidermis, korteks, dan stele.
  • Epidermis

    Epidermis adalah batang yang tersusun dari sebuah sel yang tersusun rapat tanpa ruang antar sel berkutikula. Sel-sel yang menjadi penyusun epidermis selalu aktif membelah utnuk mengimbangi pertumbuhan batang. Fungsi utama epidermis adalah sebagai lapisan pelindung dari bahaya kekeringan. Pada tumbuhan dikotil mempunyai lapisan epidermis berupa kulit kayu yang terbentuk dari jaringan gabus.
  • Korteks

    Korteks adalah yang tersusun dari jaringan parenkin yang berkloroplas. Sel-selnya berdinding tipis dan tersusun tidak beraturan dengan ruang antarsel yang lebar. Beberapa jenis tumbuhan rumput-rumputan mempunyai jaringan sklerenkim sebagai penguat pada korteks batang.
  • Endodermis

    Endodermis adalah lapisan korteks yang paling dalam dan berbatasan dengan silinder pusat, memiliki sel-sel yang bentuk dan susunannya khas. Lapisan sel yang menjadi batas antara korteks dan silinder pusat pada akar inilah yang dinamakan endodermis.
  • Silinder Pusat (Stele)

    Stele adalah tersusun atas beberapa jaringan yaitu berkas pengangkut, empulur dan perikambiun. Perikambium adalah lapisan sel yang paling tepi dari silinder pusat. Disebelah dalam terdapat jaringan parenkim dengan berkas-berkas pembuluh pengangkut. Berkas pengangkut ini terdiri atas xilem dan floem yang merupakan kelanjutan dari dari xilem dan floem pada akar.


Struktur dan fungsi akar

Pengertian Akar Tumbuhan

Akar adalah bagian bawah tumbuhan yang biasanya berkembang di bawah permukaan tanah. Beberapa dari jenis tumbuhan ada juga memiliki akar yang tumbuh di udara. Bentuk serta juga struktur akar sangat banyak dan beragam. Keadaan tersebut berkaitan dengan fungsi akar yang merupakan tempat penyimpan cadangan makanan, akar sukulen, akar napas, serta juga akar rambut.
Apabila biji tumbuhan dikotil berkecambah, Nah pada bagian bawahnya akan keluar akar. Akar tersebut disebut juga dengan sebutan radikula yang akan menembus tanah. Akar tersebut dinamakan akar primer. kemudian beberapa periode akar akan membentuk akar cabang yang dinamakan dengan sebutan akar sekunder. Akar tumbuhan ini memiliki fungsi antara lain :

Fungsi Akar

Asal akar ialah dari akar lembaga (radix). Pada dikotil, akar lembaga tersebut akan terus tumbuh sehingga membentuk akar yang disebut dengan akar tunggang. Pada monokotil, akar lembaga ini mati, setelah itu pada pangkal batang maka akan tumbuh akar-akar yang mempunyai ukuran hampir sama sehingga membentuk akar lagi yang disebut dengan akar serabut.
Akar monokotil serta dikotil pada ujungnya dilindungi oleh tudung akar (kaliptra), yang berfungsi untuk dapat melindungi ujung akar sewaktu menembus tanah. Sel-sel kaliptra ini ada yang mengandung butir-butir amilum, yang dinamakan dengan kolumela.
Akar pada tumbuhan mempunyai fungsi yang banyak dan bermacam-macam. Fungsi akar pada tumbuhan antara lain ialah sebagai berikut:
  1. Untuk mengikat tubuh tumbuhan pada tanah.
  2. berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan.
  3. Menyerap air dan garam-garam mineral terlarut.

Struktur Akar

Struktur akar tumbuhan ini dapat diamati dengan melaluai sebuah cara pemotongan akar dengan secara melintang. Oleh karena itu, struktur akar berikut ini dikelompokkan kedalam dua yakni :

Struktur Bagian Luar Akar (Morfologi akar)

Struktur bagian luar akar disebut juga (morfologi akar) terdiri dari antara lain:
  1. Leher atau pangkal akar –
    ialah bagian akar yang bersambungan dengan pangkal batang.
  2. Ujung akar –
    ialah titik tumbuh akar yang dilindungi oleh tudung akar  atau disebut juga dengan kaliptra.
  3. Batang akar –
    ialah bagian akar yang terletak antara leher akar serta ujung akar.
  4. Cabang-cabang akar –
    ialah bagian yang tidak langsung bersambungan dengan pangkal batang namun keluar dari akar pokok.
  5. Serabut akar –
    ialah cabang-cabang akar yang halus serta mempunyai bentuk serabut.
  6. Rambut akar atau bulu-bulu akar –
    ialah penonjolan sel-sel kulit luar (epidermis) yang sesungguhnya dan akan memperluas daerah penyerapan air dan mineral. Rambut akar hanya tumbuh dekat ujung akar dan umumnya relatif pendek.
  7. Tudung akar ( kaliptra) –
    terletak paling ujung dan berfungsi untuk melindungi akar terhadap kerusakan mekanis pada waktu menembus tanah.

Struktur Bagian Dalam Akar

Struktur pada bagian dalam akar disebut dengan (anatomi akar) terdiri dari, ialah sebagai berikut:
Epidermis
Susunan sel-sel epidermis rapat serta setebal satu lapis sel, dinding selnya ini mudah dilewati air. Sebagian sel epidermis ini membentuk sebuah rambut akar dengan pemanjangan ke arah lateral dari dinding luarnya. Bulu akar ialah modifikasi dari sel epidermis akar, yang memiliki tugas untuk dapat menyerap air dan garam-garam mineral terlarut. Bulu akar tersebut memperluas permukaan akar sehingga penyerapan dapat lebih efisien.
Korteks
Letak korteks langsung pada bawah epidermis, sel-selnya tersebut tidak tersusun rapat sehingga banyak sekali terdapat ruang antarsel yang memiliki peran dalam pertukaran gas. Sebagian besar korteks ini dibangun oleh jaringan yang disebut dengan jaringan parenkim. Korteks ini memiliki fungsi ialah sebagai tempat menyimpan makanan.
Endodermis
Endodermis ialah sebuah lapisan pemisah antara korteks dengan silinder pusat. Sebagian besar sel endodermis tersebut mempunyai bagian layaknya pita yang mengandung gabus (zat suberin) ataujuga zat lignin. Bagian tersebut disebut dengan sebutan pita kaspari. Sel-sel endodermis tersebut dapat mengalami penebalan zat gabus pada dindingnya juga membentuk seperti titik-titik, yang dinamakan dengan titik kaspari.
Dalam perkembangan selanjutnya penebalan zat gabus ini sampai pada dinding sel yang menghadap silinder pusat, Apabila diamati dari alat bantu mikroskop maka akan tampak seperti huruf U, disebut jug dengan sel U, sehingga air tidak akan dapat menuju ke silinder pusat. namun tidak semua sel-sel endodermis ini mengalami penebalan, sehingga akan memungkinkan air dapat masuk ke silinder pusat.
Sel-sel tersebut disebut juga dengan sebutan sel penerus/sel peresap. Jadi, endodermis ini memiliki fungsi ialahsebagai pengatur jalannya larutan yang diserap dari tanah masuk ke silinder pusat.
Silinder pusat/stele
Silinder pusat/ stele ialah sebuah bagian terdalam dari akar. Yang terdiri atas berbagai macam jaringan, yakni:
  1. Perisikel/ perikambium
    Perisikel/ perikambium ialah sebuah lapisan terluar dari stele yang tersusun dari satu atau juga beberapa lapis sel. Akar cabang ini terbentuk dari pertumbuhan persikel ke arah luar. Perisikel ini memiliki fungsi dalam pertumbuhan sekunder serta jugapembentukan akar ke samping.
  2. Berkas pembuluh angkut
    Berkas pembuluh angkut ini terdapat di sebelah dalam perisikel. yang terdiri atas xilem serta floem yang tersusun secara bergantian dengan menurut arah jari-jari. Pada dikotil antara xilem juga floem terdapat sebuah jaringan yang disebut dengan jaringan kambium.
  3. Empulur
    Sedangkan Empulur letaknya ini berada paling dalam atau di antara berkas pembuluh angkut yang terdiri dari suatu jaringan parenkim. Empulur hanya terdapat pada akar tumbuhan dikotil saja.

Jenis-jenis Akar

Bentuk-bentuk akar pada tumbuhan menjadi salah satu perbedaan dalam pengelompokan tumbuhan tingkat tinggi. Pada saat biji tersebut berkecambah, bakal akar (radikula) ini berkembang menjadi akar lembaga. Secara umum, akar tersebut dibedakan menjadi dua jenis, yakni akar tunggang juga akar serabut.
Perbedaan Akar tunggang dan akar serabut
1. Akar tunggang
  1. Akar tunggang umumnya dipunyai oleh tumbuhan berkeping dua (dikotil) yang diperbanyak dengan secara generatif oleh biji.
  2. Jenis akar ini mempertahankan akar lembaganya.
  3. Akar lembaga tersebut berkembang menjadi akar pokok (primer) yang kemudian akan bercabang-cabang menjadi akar-akar yang lebih kecil.
  4. Akar pokok yang berasal dari akar lembaga ini disebut akar tunggang (radix primaria) yang memiliki percabangan.
2. Akar serabut
  1. Akar serabut umumnya dimiliki oleh tumbuhan berkeping satu (monokotil).
  2. Akar serabut ini berbentuk seperti serabut-serabut kelapa, kecil, serta panjang.
  3. perakaran tumbuhan dikotil yang diperbanyak dengan secara vegetatif berupa akar serabut.
  4. Akar serabut ini terbentuk dari akar lembaga yang mati
  5. Dan tumbuh akar-akar baru yang memiliki ukuran yang relatif sama serta juga keluar dari pangkal batang.


Thursday, 29 August 2019

KATROL

 Katrol


Macam-macam katrol

Katrol merupakan roda yang berputar pada sebuah poros yang diberi tali atau rantai pada bagian sisinya. Katrol berguna untuk mengangkat benda atau menarik suatu beban. Pada prinsipnya, katrol merupakan  pengungkit karena memiliki titik tumpu, kuasa, dan beban. Katrol digolongkan menjadi empat, yaitu katrol tetap, katrol bebas, dan katrol ganda (takal), dan blok katrol.
a. Katrol tetap 
Katrol tetap merupakan katrol yang posisinya tidak berubah pada saat digunakan dan cara menariknya dari bawah.
Keuntungan mekanik
1. Gaya tarik benda sama besar dengan gaya berat benda.
2. Dapat mengubah arah gaya ke bawah atau samping untuk mengangkat benda.

3. Arah kuasa (gaya) searah dengan gaya berat benda.
Contoh peralatan yang menggunakan katrol tetap adalah tiang bendera, kerekan timba sumur , dan kerekan sangkar burung.

b. Katrol bebas
Katrol bebas yaitu katrol yang posisinya selalu berubah dan tidak dipasang pada tempat tertentu. Katrol jenis ini biasanya ditempatkan di atas tali yang kedudukannya dapat berubah. Salah satu ujung tali diikat pada tempat tertentu. Jika ujung yang lainnya ditarik maka katrol akan bergerak. 
Keuntungan mekanik
Pada katrol bebas, panjang lengan kuasa sama dengan dua kali panjang lengan beban sehingga keuntungan mekanik pada katrol tetap adalah gaya yang diperlukan untuk menarik benda lebih kecil dibandingkan dengan menggunakan katrol tetap. 
Katrol jenis ini sering digunakan tukang bangunan untuk mengangkat barang-barang pada bagunan bertingkat tinggi.

c. Katrol ganda /takal
Katrol ganda merupakan perpaduan dari katrol tetap dan katrol bebas. Kedua katrol ini dihubungkan dengan tali. Pada katrol ganda, beban dikaitkan pada katrol bebas. Salah satu ujung tali dikaitkan pada penampang katrol tetap. Jika ujung tali yang lainnya ditarik maka beban akan terangkat serta bergeraknya ke atas.
Keuntungan mekanik
Menggunakan katrol ganda memerlukan gaya yang lebih kecil dibandingkan dengan katrol bebas dan katrol tetap. Namun katrol ganda bergantung pada banyaknya tali yang dipergunakan untuk mengangkat beban. 

d. Blok katrol
Blok katrol adalah gabungan dari beberapa katrol yang dipasang secara berdampingan. Dengan blok katrol ini gaya yang kita keluarkan untuk memindahkan beban semakin kecil. Makin banyak roda blok katrol, makin kecil gaya yang dibutuhkan untuk pemindahan beban. Blok katrol biasanya dipergunakan pada mesin-mesin penggerak. Dalam keseharian, blok katrol sering digunakan untuk mengangkat benda berat, misalnya peti kemas di pelabuhan.

BIDANG MIRING

2. Bidang Miring

Bidang miring
Bidang miring merupakan salah satu jenis pesawat sederhana yang digunakan untuk memindahkan benda dengan lintasan yang miring. Semua alat yang mempunyai bidang miring atau bekerja dengan prinsip kemiringan dikategorikan sebagai bidang miring. Dengan menggunakan bidang miring beban yang berat dapat dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi dengan lebih mudah. Artinya gaya yang kita keluarkan menjadi lebih kecil bila dibandingkan tidak menggunakan bidang miring. Semakin landai bidang miring semakin ringan gaya yang harus kita keluarkan.




Prinsip kerja bidang miring juga dapat ditemukan pada beberapa perkakas contohnya kapak, pisau, obeng, sekrup. Berbeda dengan bidang miring lainnya, pada perkakas yang bergerak adalah alatnya. Kapak digunakan untuk membelah atau memotong kayu. Pisau digunakan untuk memotong. Obeng digunakan untuk mengencangkan atau mengendurkan baut. Sekrup juga merupakan salah satu alat yang menggunakan prinsip bidang miring. Apabila sekrup diputar atau diulir maka sekrup tersebut dapat bergerak maju mundur. 

Contoh bidang miring

Contoh bidang miring yang lain bisa kita temukan pada jalan di pegunungan. Jalan yang berkelok-kelok menuju pegunungan memanfaatkan cara kerja bidang miring. Dengan dibuat berkelok-kelok pengendara kendaraan bermotor lebih mudah melewati jalan yang menanjak. Bidang miring memiliki keuntungan, yaitu kita dapat memindahkan benda ke tempat yang lebih tinggi dengan gaya yang lebih kecil. Namun demikian, bidang miring juga memiliki kelemahan, yaitu jarak yang di tempuh menjadi lebih jauh dan memerlukan waktu yang lebih lama.

Keuntungan Mekanik Bidang Miring
Dengan menggunakan bidang miring beban kerja terasa lebih ringan, berarti kita memperoleh keuntungan. Keuntungan yang diperoleh jika menggunakan bidang miring disebut keuntungan mekanik bidang miring. Besarnya keuntungan mekanik dinyatakan sebagai perbandingan antara berat beban yang akan diangkat dengan besar gaya kuasa yang diperlukan.

Sumber : https://www.juraganles.com/2016/12/pesawat-sederhana-tuas-bidang-miring-katrol-roda-berporos.html

TUAS

Tuas/Pengungkit

Pengungkit adalah alat untuk mengangkat atau mengungkit benda. Pengungkit bisa berupa sebilah kayu, bambu, atau logam yang diberi gaya pada salah satu sisinya. Gaya yang diberikan pengungkit disebut kuasa. Tuas/pengungkit berfungsi untuk mengungkit, mencabut atau mengangkat benda yang berat. Perhatikan gambar berikut !

Tuas (pengungkit)
Keterangan : 
A = titik kuasa
T = titik tumpu
B = titik beban
F = gaya kuasa (N)
w = gaya beban (N)
lk = lengan kuasa (m)
lb = lengan beban (m)

Pada pengungkit terdapat bagian-bagian yang diuraikan sebagai berikut.
1. Titik kuasa yaitu daerah atau tempat kita memberikan gaya.
2. Titik tumpu yaitu tempat alat bertumpu.
3. Titik beban, yaitu titik tempat dimana beban berada.
4. Gaya kuasa yaitu gaya yang diberikan ketika mengangkat benda.
5. Gaya beban yaitu beban yang akan diangkat. Satuannya Newton.
6. Lengan kuasa yaitu jarak antara titik tumpu dengan kuasa.
7. Lengan beban yaitu jarak titik tumpu dengan beban.

Prinsip Kerja Tuas
Ketika kita akan mengangkat benda dengan menggunakan tuas, maka kita harus meletakkan benda di salah satu ujung pengungkit (tuas) kemudian memasang batu atau benda apa saja sebagai penumpu dekat dengan benda. Selanjutnya tangan kita memegang ujung batang pengungkit dan menekan batang pengungkit tersebut secara perlahan-lahan sampai benda dapat diangkat atau bergeser.

Berdasarkan letak titik tumpu, beban, dan kuasanya, pengungkit dibagi menjadi 3 jenis yaitu :

a. Tuas Jenis pertama

Tuas (pengungkit) jenis pertama
Yaitu tuas yang kedudukan titik tumpunya terletak diantara titik beban dan titik kuasa.
Peralatan yang termasuk tuas jenis pertama adalah pemotong kuku, tang, gunting, linggis, dan jungkat-jungkit.
Contoh tuas (pengungkit) jenis pertama
Peralatan yang menggunakan tuas jenis 1

b. Tuas Jenis kedua

Yaitu tuas yang kedudukan titik bebannya terletak diantara titik tumpu dan titik kuasa.
Tuas (pengungkit) jenis kedua
Peralatan yang termasuk tuas jenis kedua ini di antaranya adalah gerobak beroda satu, alat pemotong kertas,  alat pemecah kemiri, dan pembuka tutup botol.
Contoh tuas (pengungkit) jenis kedua
Peralatan yang menggunakan tuas jenis 2

c. Tuas Jenis ketiga

Yaitu tuas yang kedudukan titik kuasanya berada diantara titik beban dan titik tumpu. 
Tuas (pengungkit) jenis ketiga
Peralatan yang termasuk tuas jenis ketiga yaitu sekop, penjepit roti, stappler, dan pinset.

Contoh tuas (pengungkit) jenis ketiga
Peralatan yang menggunakan tuas jenis 3
Keuntungan Mekanik Tuas
Dengan menggunakan tuas, beban kerja terasa lebih ringan. Itu berarti kita memperoleh keuntungan. Keuntungan yang diperoleh dari pesawat sederhana seperti demikian dinamakan dengan keuntungan mekanik. Besarnya keuntungan mekanik dinyatakan sebagai perbandingan antara berat beban yang akan diangkat dengan besar gaya kuasa yang diperlukan.

Sumber : https://www.juraganles.com/2016/12/pesawat-sederhana-tuas-bidang-miring-katrol-roda-berporos.html

Manfaat Pesawat Sederhana

Manfaat Pesawat Sederhana

Adapun beberapa manfaat pesawat sederhana sebagai berikut:
1. Mengubah energi, misalnya hair dryer mengubah energi listrik menjadi energi panas dan gerak.
2. Mengubah arah gaya, misalnya katrol tetap yang kita gunakan untuk menimba air di sumur.
3. Memperoleh keuntungan gaya, misalnya mencabut paku dengan tang.
4. Memperoleh keuntungan kecepatan, misalnya bersepeda ke sekolah.

PESAWAT SEDERHANA

Pengertian pesawat sederhana

Pengertian pesawat sederhana adalah alat yang digunakan untuk mempermudah melakukan usaha. Dalam kehidupan sehari-hari kita sebenarnya sering menggunakan pesawat sedernana. Kalau kalian mau memotong kertas, kalian menggunakan gunting sehingga potongan kertas menjadi rapi. Saat kita ingin memotong kuku, kita bisa menggunakan alat pemotong kutu. Saat kita inggin mencabut paku yang menempel ditembok kalau dengan tangan bisa mungkin kita tidak akan bisa. Tapi kalau kita menggunakan alat seperti linggis ataupun tang, kita bisa mencabut paku tersebut dengan mudah.

Manfaat pesawat sederhana


  1. Untuk mempermudah pekerjaan manusia, baik dari segi pengangkutan barang, maupun pekerjaan manusia dalam jarak yang sangat jauh
  2. Energi yang kita keluarkan juga dapat dihemat,
  3. Waktunya jadi lebih singkat.
  4. Untuk mengubah arah gaya


Sumber https://www.jatikom.com/2018/11/pengertian-jenis-pesawat-sederhana.html#ixzz5y2wgLbhV

USAHA IPA KELAS VIII

 Pengertian Usaha

Usaha adalah suatu kegiatan untuk mencapai kegiatan tertentu. Untuk mengetahui berapa besarnya usaha, maka perlu adanya bantuan rumus. Besarnya rumus usaha yaitu:

W = F x s

dimana:

W = usaha (J)
F = gaya (N)
s = perpindahan (m)

Sebagai contoh soal tentang usaha adalah sebagai berikut:

Seseorang mendorong benda dengan gaya sebesar 450 N. Apabila benda tersebut bergeser sejauh 20 meter, maka berapa besarnya usaha yang dilakukan?

W = ?
F = 450 N
s = 20 m

Jawab:

W = F x s
W = 450 x 20
W = 9.000 J

Jenis- jenis Usaha
A. Usaha Positif

Pengertian usaha positif adalah usaha yang dilakukan gaya pada suatu benda dan benda tersebut bergerak searah dengan gaya.

W = F x s

Untuk contoh gambar usaha positif adalah sebagai berikut:
Usaha Positif
Contoh Usaha Positif

B. Usaha Negatif

Pengertian Usaha Negatif adalah usaha yang dilakukan gaya pada suatu benda dan benda tersebut bergerak berlawanan dengan arah gaya tersebut.


W = -F x s

Untuk contoh gambar usaha negatif adalah sebagai berikut:
Keterangan = fg adalah gaya gesekan

Usaha yang dilakukan oleh gaya gesek (fg) pada suatu benda disebut sebagai usaha negatif.

C. Usaha Nol

Pengertian usaha nol adalah usaha yang terjadi apabila arah gaya tegak lurus dengan arah perpindahan. Besarnya usaha yang dilakukan adalah nol.

W = 0

Sebagai contoh adalah seseorang membawa benda dengan menggunakan tangan, ini berarti bahwa arah gaya untuk menahan benda adalah ke atas, kemudian orang tersebut berjalan ke depan  berarti arah gaya adalah tegak lurus arah gerak.

D. Usaha oleh Beberapa Gaya

Pengertian dari usaha ini adalah suatu usaha yang dilakukan beberapa gaya sehingga benda akan berpindah sejauh s sama dengan jumlah usaha oleh tiap-tiap gaya.

Rumus :

W = (F-fg).s



stroke

Stroke Stroke  merupakan suatu penyakit yang terjadi karena kematian pada jaringan di otak yang disebabkan oleh kurangnya asupan oksiben ...