Monday, 14 October 2019

Kebutuhan energi

Kebutuhan Energi


KEBUTUHAN ENERGI
   
Kebutuhan energi yang diperlukan setiap orang berbeda-beda. Hal ini tergantung dari beberapa factor, antara lain yaitu : umur, jenis kelamin, berat dan tinggi badan serta tingkat aktivitas sehari-hari
Besarnya energi yang dibutuhkan setiap orang perhari dapat diketahui dengan berbagai cara, hal yang dapat digunakan untuk menghitung besarnya energi, diantaranya dengan cara :

¨      Membaca tabel Angka Kecukupan Gizi (AKG)
Cara ini merupakan cara yang paling praktis, yaitu dengan membaca table  AKG atau disebut RDA (Recommended Dietary Allowance). Dengan cara ini kita dapat mengetahui secara langsung jumlah kebutuhan energi perhari berdasarkan usia, jenis kelamin, berat dan  tinggi badan serta tingkat aktivitas.

Cara ini memiliki keterbatasan yaitu  bahwa tabel AKG hanya memuat untuk berat badan tertentu saja dan hanya dapat digunakan untuk orang sehat pada umumnya.

¨      Perkiraan berdasarkan Basal Metabolic Rate (BMR)
Basal Metabolic Rate (BMR) atau Laju Metabolisme Basal (LMB) adalah energi minimal yang diperlukan tubuh dalam keadaan istirahat sempurna baik fisik maupun mental, berbaring tetapi tidak tidur dalam suhu ruangan 250 C  (Darwin, 1988). Energi tersebut diperlukan untuk berbagai fungsi vital tubuh seperti pernapasan, pencernaan, peredaran darah  dan pengaturan suhu tubuh.
BMR dipengaruhi oleh beberapa factor, antara lain luas permukaan tubuh, umur, jenis kelamin, cuaca, ras, status gizi, penyakit, hormone terutama hormone tiroksin.
BMR seseorang dapat dihitung dengan mengalikan berat badan dengan 24 kalori  (Berat badan  X  24 kalori). Sedangkan jumlah kebutuhan kalori perhari dapat ditentukan berdasarkan kelipatan BMR berikut ini.
Kebutuhan energi berdasar BMR

Tingkat Aktivitas
Jenis Aktivitas
Kebutuhan Energi/Hari
(kalori)
Sangat  Ringan
Tidur, baring, duduk, menulis, mengetik
BMR + 30 % BMR
Ringan
Menyapu, menjahit, mencuci piring, menghias ruangan
BMR + 50 % BMR
Sedang
Mencangkul, menyabit rumput
BMR + 75 % BMR
Berat
Menggergaji pohon dengan gergaji tangan
BMR + 100 % BMR
Berat
Sekali
Mendaki gunung, menarik beca
BMR + 125 % BMR
  
Cara ini lebih teliti di banding dengan membaca table RDA, tetapi belum dapat menghitung kebutuhan energi seseorang secara terperinci
Misalnya seseorang dengan berat badan 50 kg  yang bekerja berat maka kebutuhan kalori per hari adalah  :
                        BMR = 50 X 24 kalori
                      = 1200 kalori
Maka kebutuhan kalori per hari adalah = 1200 + 100 % (1200) = 2400  kalori

¨      Perhitungan berdasarkan komponen penggunaan energi
Komponen yang diperlukan untuk perhitungan kebutuhan energi  meliputi :
o   Basal Metabolic Rate (BMR)
BMR adalah energi minimal untuk fungsi vital organ tubuh
o   Specific Dynamic Action (SDA)
SDA adalah banyaknya energi yang diperlukan untuk proses metabolisme makanan, rata-rata sebesar 10 % BMR
o   Aktivitas sehari-hari
Aktivitas sehari hari adalah kegiatan rutin harian
o   Pertumbuhan
Anak-anak sampai dengan usia 18 tahun memerlukan tambahan energi untuk proses pertumbuhan
Cara Menghitung Kebutuhan Energi
Kebutuhan energi seseorang dapat diketahui dengan perhitungan sebagai berikut :

Tahap 1 : Tentukan  Status Gizi
Misalnya menggunakan IMT (Indeks Masa Tubuh)

                                      Berat Badan (kg)
                        IMT =  ----------------------
                                     Tinggi Badan (m)2

Selanjutnya hasil penilaian IMT dikonsultasikan dengan tabel berikut :
Status Gizi
Status Gizi

Laki-laki
Perempuan
Kurus
< 20.1
< 18.7
Normal
20.1 – 25.0
18.7 – 23.8
Overweight
25.1 – 30.0
23.9 – 28.6
Obese
> 30
> 28.6
Rata-rata
22.0
20.8


Tahap 2 :  Hitung Besarnya BMR
Besarnya BMR selain dapat dihitung dengan mengalikan  berat badan X 24 kalori, juga dapat menggunakan tabel berikut :

BMR laki-laki

Jenis Kelamin
Berat Badan
(kg)
Energi (Kalori)
10 – 18 tahun
18 – 30 tahun
30 – 60 tahun
Laki-laki
55
1625
1514
1499
60
1713
1589
1556
65
1801
1664
1613
70
1889
1739
1670
75
1977
1814
1727
80
2065
1889
1785
85
2154
1964
1842
90
2242
2039
1889


BMR Perempuan

Jenis Kelamin
Berat Badan
(kg)
Energi (Kalori)
10 – 18 tahun
18 – 30 tahun
30 – 60 tahun
Perempuan
40
1224
1075
1167
45
1291
1149
1207
50
1357
1223
1248
55
1424
1296
1288
60
1491
1370
1329
65
1557
1444
1369
70
1624
1516
1410
75
1691
1592
1450

Tahap 3 :  Hitung SDA
Besarnya SDA yaitu 10 % BMR
  
Tahap 4 :  Hitung Energi Aktivitas Fisik Harian
Energi Akt. Fisik = Faktor Aktivitas Fisik X {BMR + SDA}
Dimana SDA = 10 % BMR

Untuk besarnya factor aktivitas fisik, lihat tabel berikut ini :

 Faktor Aktivitas Fisik
  
   Aktivitas
Jenis Aktivitas

Laki-laki
Perempuan
Istirahat
Tidur, baring, duduk
1.2
1.2
Ringan sekali
Menulis, mengetik
1.4
1.4
Ringan
Menyapu, menjahit, mencuci piring, menghias ruangan
1.5
1.5
Ringan-sedang

Sekolah, kuliah, kerja kantor
1.7
 1.6
Sedang
Mencangkul, menyabit rumput
1.8
1.7
  Berat
Menggergaji pohon dengan gergaji tangan
2.1
1.8
Berat Sekali
Mendaki gunung, menarik beca
2.3
2.0


Tahap 5 :  Tambahan kalori pertumbuhan
Untuk seseorang yang masih dalam usia pertumbuhan (sampai usia 18 tahun) maka tambahkan kebutuhan energi sesuai table berikut :

Kebutuhan energi untuk pertumbuhan (kal/hari)
Umur (tahun)
Tambahan Energi
10 – 14
2 kkal/kg Berat badan
15
1 kkal/kg Berat badan
16 – 18
0.5 Kkal/kg Berat badan

Untuk mempermudah perhitungan, perhatikan contoh berikut :
Naufal berusia 21 tahun, berat badan 58 kg, tinggi 160 cm, aktivitas sehari-harinya adalah kuliah termasuk kategori ringan- sedang. Sehingga kebutuhan energi Naufal dapat dihitung melalui tahapan sebagai berikut :
Tahap 1 :   IMT = BB/TB2
                              58/(1.6)2  =22.6 (normal)

Tahap 2 :   BMR = BB X 24 kalori
                               58  X  24 kalori = 1392 kalori

       Tahap 3 :  SDA = 10 % X BMR
                                     10 % X 1392  = 139.2 kalori
     
       Tahap 4 :  Energi Aktivitas fisik
      Faktor Aktivitas Fisik X {BMR + SDA (10 % BMR)}
                        1.7 X (1392 + 139.2) = 2603 kalori
Jadi total kebutuhan energi  perhari adalah 2603 kalori


Thursday, 26 September 2019

Strukur dan fungsi bunga dan biji.

Strukur dan fungsi bunga dan biji.

Apabila serbuk sari dan putik telah masak dan terjadi penyerbukan yang diikuti pembuahan maka bakal buah akan tumbuh menjadi buah. Sementara itu, bakal biji yang terdapat dalam bakal buah akan tumbuh menjadi biji. Bagian bunga yang dapat berkembang dan ikut menyusun buah sebagai berikut.
  1. Daun pelindung, misalnya klobot pada tanaman jagung.
  2. Daun kelopak, misalnya pada tanaman terong.
  3. Tangkai putik, misalnya pada buah jagung.
  4. Kepala putik, misalnya pada buah manggis.
  5. Tangkai bunga, misalnya pada jambu monyet.
  6. Perhiasan bunga, misalnya pada nangka.
  7. Dasar bunga, misalnya pada tanaman elo.
Bagi tumbuhan biji (Spermatophyta), biji ini merupakan alat perkembangbiakan utama, karena biji mengandung calon tumbuhan baru (lembaga). Melalui biji ini tumbuhan dapat mempertahankan jenisnya.

ada umumnya biji terdiri atas bagian-bagian seperti berikut.
  1. Kulit biji
  2. Tali pusar
  3. Inti biji atau isi biji
Kulit biji merupakan bagian terluar biji dan berasal dari selaput bakal biji. Pada umumnya, kulit biji dari tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae) terdiri atas dua lapisan sebagai berikut.
  1. Lapisan kulit luar (testa). Lapisan ini mempunyai sifat yang bermacam-macam, ada yang tipis, ada yang kaku seperti kulit, dan ada yang keras seperti kayu atau batu. Bagian ini merupakan pelindung utama bagi bagian biji yang ada di dalam. Lapisan luar ini juga dapat memperlihatkan warna dan gambaran yang berbeda-beda misalnya merah, biru, pirang, kehijau-hijauan, ada yang licin rata, dan ada pula yang mempunyai bentuk keriput.
  2. Lapisan kulit dalam (tegmen). Biasanya tipis seperti selaput, disebut juga dengan kulit ari.
Pada tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae), kulit biji terdiri dari tiga lapisan sebagai berikut.
  1. Kulit luar (sarcotesta), biasanya tebal berdaging. Pada waktu masih muda berwarna hijau, kemudian berubah menjadi kuning, dan akhirnya merah.
  2. Kulit tengah (sclerotesta), suatu lapisan yang kuat, keras, dan berkayu.
  3. Kulit dalam (endotesta), biasanya tipis seperti selaput dan seringkali melekat erat pada inti.

  1. Bagian lain dari biji adalah tali pusar. Tali pusar disebut juga tangkai biji. Setelah biji masak, biji akan terlepas dari tali pusarnya (tangkai biji), dan pada bijinya hanya tampak bekasnya yang dikenal sebagai pusar biji. Perhatikan Gambar 1.
    Bagian-bagian biji
    Gambar 1. Bagian-bagian biji
    Bagian lain dari biji adalah inti biji. Inti biji adalah semua bagian biji yang terdapat di dalam kulitnya. Oleh sebab itu, inti biji juga dapat dinamakan isi biji. Inti biji terdiri atas lembaga yang merupakan calon individu baru dan putih lembaga (albumen). Putih lembaga merupakan jaringan berisi makanan cadangan untuk masa permulaan kehidupan tumbuhan baru (kecambah), sebelum dapat mencari makanan sendiri.

Struktur dan fungsi Bunga

Struktur dan fungsi Bunga 

Bunga menjadi salah satu bagian tumbuhan yang penting. Peran bunga pada tumbuhan adalah sebagai alat perkembangbiakan secara generatif, perkembangbiakan secara kawin. Alat perkembangbiakan bunga terdiri atas putik dan benangsari. Selain mempunyai dua jenis alat perkembangbiakan, bunga dilengkapi oleh penyusun bunga lainnya. Komponen penyusun bunga merupakan bagian-bagian bunga yang berperan sesuai fungsinya masing-masing.

Ada berbagai macam bunga yang dimiliki oleh tumbuhan. Sebagian besar bunga memiliki bentuk dan warna yang cantik. Meskipun ada beberapa bunga yang memiliki bentuk dan warna yang biasa. Melalui halaman ini, idschool akan membahas bagian-bagian bunga dan fungsinya secara lengkap, juga pengelompokan bunga. Serta akan mengulas kriteria bagian bunga sempurna dan tidak sempurna
Bunga

Bagian-Bagian Bunga

Secara umum, bagian-bagian bunga yang lengkap meliputi tangkai bunga, kelopak bunga, dasar bunga, mahkota, benang sari, dan putik. Bagian bunga yang berperan sebagai alat perkembangbiakan adalah putik dan benangsari. Alat perkembangbiakan betina diwakili oleh putik. Dan alat perkembangbiakan jantan diwakili oleh benangsari.
Perhatikan bagian-bagian bunga dan keterangan struktur bunga melalui gambar di bawah.
Bagian-Bagian Bunga
Fungsi dari masing-masing bagian bunga dapat disimak melalui keterangan di bawah.
  1. Tangkai Bunga: bagian bunga yang berada pada bagian bawah bunga. Fungsi tangkai bunga adalah menopang bunga dan menghubungkannya dengan bagian tumbuhan lainnya.

    1. Dasar Bunga: berfungsi sebagai tempat melekatnya mahkota bunga.

    2. Kelopak Bunga: bagian bunga paling luar yang menyelimuti mahkota ketika masih kuncup. Fungsi dari kelopak bunga adalah melindungi mahkota bunga ketika masih kuncup. Kelopak bunga akan terbuka ketika mahkota mekar.

    3. Mahkota Bunga: merupakan bagian bunga yang mempunyai bentuk paling indah, memiliki warna tertentu. Fungsi mahkota bunga digunakan untuk menarik serangga. Keberadaan serangga yang hinggap pada bunga akan membantu proses penyerbukan.

    4. Benang Sari: merupakan alat kelamin jantan, terdiri atas tangkai sari, kepala sari, dan serbuk sari.

    5. Putik: merupakan alat kelamin betina, terdiri atas kepala putik, tangkai putik, dan bakal buah.

    6. Pengelompokan Bunga

      Bunga dikelompokkan ke dalam beberapa pengelompokan berdasarkan kriteria tertentu. Pengelompokan bunga yang akan dibahas di sini didasarkan oleh dua kriteria. Pertama adalah pengelompokan bunga berdasarkan kelengkapan alat perkembangbiakannya. Ke dua adalah pengelompokan bunga berdasarkan kelengkapan bagian-bagian bunga.
        Berdasarkan kelengkapan alat perkembangbiakan atau alat kelaminnya, bunga dibedakan menjadi dua yaitu bunga sempurna dan bunga tidak sempurna.
        1. Bunga Tidak Sempurna
          Kelompok bunga yang disebut sebagai bunga tidak sempurna ditandai dengan adanya satu alat perkembangbiakan. Bisa hanya terdiri atas benang sari saja atau hanya putik saja. Contoh bunga yang termasuk ke dalam bunga tidak lengkap adalah bunga pepaya dan bunga salak.
        2. Bunga Sempurna
          Kelompok bunga yang disebut bunga sempurna adalah bunga yang memiliki dua alat perkembangbiakan dalam satu bunga. Artinya, putik dan benangsari menyusun bagian-bagian bunga sempurna. Contoh bunga yang termasuk ke dalam bunga sempurna adalah bunga sepatu dan bunga tulip.

        Berdasarkan kelengkapan penyusun bunga, bunga dibedakan menjadi dua yaitu bunga lengkap dan bunga tidak lengkap.
        1. Bunga Tidak Lengkap
          Bunga dikelompokan ke dalam bunga tidak lengkap jika tidak memiliki salah satu bagian-bagian bunga yang terdiri atas kelopak bunga, mahkota bunga, putik, atau benang sari. Contoh bunga tidak lengkap dimiliki oleh bunga kamboja dan bunga kelapa.
        2. Bunga Lengkap
          Kategori bunga lengkap dapat dilihat dari adanya kelopak bunga, mahkota bunga, putik, dan benang sari. Contoh bunga lengkap dapat dilihat pada bunga sepatu, bunga mawar, bunga bakung, dan sejenis bunga lainnya. 

Struktur dan fungsi daun

Struktur Daun

Daun merupakan organ tumbuhan yang paling banyak memiliki variasi bila dibandingkan dengan organ-organ tumbuhan yang lain. Secara garis besar, struktur daun dibedakan menjadi dua, yaitu struktur bagian luar dan struktur bagian dalam. Berikut ulasan lengkapnya.

Struktur Daun Bagian Luar

Struktur daun bagian luar memiliki tiga bagian, yaitu helai daun (lamina), tangkai daun (petiolus), dan pelepah daun (folius). Sebuah daun dapat dikatakan sebagai daun sempurna jika daun tersebut memiliki 3 bagian yang telah disebutkan di atas secara lengkap. Berikut penjelasan tentang tiga bagian tersebut.
a.Helai Daun (Lamina)
Helai daun sangat penting karena menjadi tempat terjadinya proses fotosintesis. Helai daun ada yang berbentuk tipis dan ada yang berbentuk tebal.
b.Tangkai Daun (Petiolus)
Tangkai daun berperan sebagai penopang helai daun (lamina). Tangkai daun merupakan struktur daun bagian luar yang menempel pada batang. Namun, tidak semua tumbuhan memiliki tangkai daun, misalnya rumput.
c.Pelepah Daun (Folius)
Pelepah daun memiliki tugas untuk mendudukkan daun pada batang atau pijakan daun terhadap batang tumbuhan.

Struktur Daun Bagian Dalam

Setelah kita mengetahi struktur daun bagian luar, maka selanjutnya kita akan melihat struktur daun bagian dalamnya. Berikut usalannya lengkapnya.
a.Epidermis
Epidermis merupakan lapisan daun yang paling luar atau terletak pada bagian permukaan yang ada di atas daun. Epidermis dibagi menjadi dua, yaitu epidermis atas dan epidermis bawah. Epiermis berfungsi sebagai pelindung jaringan yang ada di bawahnya.
b.Jaringan Mesofil
Jaringan mesofil terletak di bagian tengah antara epidermis atas dan epidermis bawah. Jaringan ini tersusun dari beberapa sel parenkim. Sel-sel parenkim tersebut membentuk menjadi dua macam jaringan, yaitu jaringan parenkim palisade yang disebut juga parenkim pagar karena tersusun rapat berjajar dan jaringan parenkim bunga karang (sponge) yang berbentuk cuping dengan banyak ruang antar sel. Pada jaringan parenkim palisade terdapat banyak kloroplas yang berguna untuk proses pembuatan makanan, sedangkan jaringan bunga karang (sponge) berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan.
c.Berkas Pembuluh Angkut
Berkas Pembuluh angkut ini tersusun menjadi dua macam pembuluh, yaitu Xilem atau pembuluh kayu dan Floem atau pembuluh tapis. Xilem atau pembuluh kayu berfungsi untuk mengangkut air dan zat hara tanah yang diserap oleh akar untuk diangkut menuju ke daun, Selain itu, Xilem juga fungsi sebagai jaringan penguat bagi pertumbuhan tanaman sehingga tanaman dapat berdiri dengan tegak. Sedangkan Floem atau pembuluh tapis berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun menuju ke seluruh bagian tumbuhan.

Fungsi Daun

Fungsi utama daun adalah sebagai tempat terjadinya proses fotosintesis, yaitu tumbuhan melakukan pembentukan zat makanan atau karbohidrat dari bahan anorganik seperti air dan karbondioksida dengan bantuan cahaya matahari. Selain sebagai tempat fotosintesis ternyata tumbuhan juga memiliki fungsi lain yang tak kalah pentingnya, yaitu sebagai organ pernapasan, tempat transpirasi, tempat terjadinya gutasi, alat reproduksi vegetatif, dan sebagai alat respirasi.
Daun memang memiliki peranan yang sangat penting bagi tumbuhan, daun sendiri memiliki struktur yang memiliki fungsi bagi kelangsungan hidup tumbuhan. Tak jarang kesehatan tumbuhan dilihat dari daun yang dimiliki. Semakin banyak daun hijau yang dimiliki oleh tumbuhan tersebut maka semakin sehat tumbuhan, begitu pula dengan tumbuhan yang memiliki daun yang jarang atau malah memiliki daun yang kering maka sering dianggap sebagai tumbuhan yang kurang sehat sehingga membutuhkan penanganan agar tumbuhan tersebut mati karena jika tumbuhan tersebut telah memiliki ciri-ciri daun kering dan jarang serta batang tumbuhan yang juga kering maka besar kemungkinan tumbuhan tersebut akan mati dalam waktu dekat.

stroke

Stroke Stroke  merupakan suatu penyakit yang terjadi karena kematian pada jaringan di otak yang disebabkan oleh kurangnya asupan oksiben ...